Budakpulau’s Weblog

Blog seorang Penakluk

Arsip untuk Artikel budak di Media

Buku Kesetiaan

Bukalah lembar pertama buku itu

Ambilkan pena dari tinta yang biasa

Kita akan menulis satu demi satu

Tentang cerita yang tak biasa.

Jangan kau awali dengan nama kita

Biarkan saja pembaca dirasuki cerita

Yang ditarik paksa arus perasaan

Kedalam muara yang berputar-putar antara suka dan duka

Tulislah dengan air mata yang mengalir ke jiwa

Dan tawa yang terbenam henyak ke dalam perut

Suka yang tak terbaca canda

Sedih yang tak meninggalkan kerut

Ini adalah cerita tentang orang biasa

Yang tak kenal harta sebagai tahta

Cerita hati menjadi mata

Mata hati..

Kisahkanlah, ketika kau terjatuh di lorong berdinding duka

Kubisikkan asa kunafaskan cinta

Ketika aku yang lemas tenggelam dipermainkan dusta

Kau tarik aku ke atas perahu berlayarkan tawa

Bersiaplah katamu, kita akan berlayar diatas perahu tua

Meski tanpa ombak,laluan dan haluan

Lalu uzur datang menjadikan kita tua

Di atas perahu ini,kita tetap mendayung harapan

Tulislah dengan air mata yang mengalir ke jiwa

Dan suka yang tak terbaca canda

Berikan kepastian kepada yang kesepian

Buku ini berjudul Kesetiaan

Selangor, 09/04/2008

Catatan Kritis untuk KPUD

Perdebatan mengenai mundur atau tidaknya jadwal pemilihan kepala daerah di Kepulauan Riau terus saja terjadi, meskipun sebenarnya hal itu tidak perlu karena tidak ada satu alasanpun yang begitu urgen seperti yang diatur dalam peraturan pemerintah yang bisa dijadikan alasan untuk menunda Pilkada seperti terjadinya kekacauan, bencana alam atau sesuatu hal yang bisa mengganggu secara keseluruhan proses tahapan pemilihan di suatu daerah. Baca entri selengkapnya »

Menuntaskan Pilkada

Sesuai dengan prediksi, meskipun tidak kita inginkan, bahwa tahapan penghitungan suara merupakan salah satu fase yang rawan konflik. Hal ini terjadi di beberapa daerah di Indonesia yang telah melaksanakan Pilkada. Di Provinsi Kepri hal yang sama juga terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi dan kabupaten Kepri. Paska pemungutan suara tanggal 30 Juni 2005 lalu muncul mobilisasi massa yang mengatasnamakan warga yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya menuntut pertanggungngjawaban KPUD dan Pemilihan ulang Pilkada. Sebagai Negara transisi yang sedang menuju Negara demokrasi moderen tentu dari berbagai sisi banyak terjadi kekurangan yang harus dievaluasi, tetapi tentu saja evaluasi tersebut harus tetap berada dalam kerangka hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Banyaknya konflik yang terjadi di beberapa daerah yang melaksanakan Pilkada termasuk wailayah kepulauan Riau juga dikarena ruang kompetisi politik yang lebih kecil dibanding dengan kompetisi politik nasional seperti pemilu yang pernah kita laksanakan, sehingga elite politik bisa dengan mudah memobilisir massa sebagai pressure politik untuk mencapai tujuaannya. Selain ruang politik (scope politic) yang kecil, konflik pada pemungutan suara bisa juga terjadi karena sikap elite politik yang tidak siap menerima kekalahan dan mengakui keunggulan rivalnya. Di Amerika contohnya, paska penghitungan suara kandidat yang kalah langsung mengakui kekalahan dirinya dan mengakui kemenangan kandidat rivalnya. Ini menunjukkan sikap sebagai negarawan yang baik bahwa memang rakyatlah yang menghendaki pemimpin terbaik untuk melayani rakyat. Baca entri selengkapnya »

URGENSI PENGUDURAN PILKADAL ?

Dalam ilmu politik, suksesi politik adalah suatu cara dimana suatu kekuasaan di transfer dari individu,kelompok atau rezim kepada individu, kelompok atau rezim lainnya. Persoalan yang kemudian muncul adalah apakah proses peralihan tersebut dapat berjalan dengan baik?. Untuk itulah, agar proses tersebut berjalan dengan baik dan mulus maka diperlukan sebuah sistem yang mengatur pelaksanaan tahap demi tahap dari suksesi politik yang menyangkut dengan institusi pelaksana yang independen, pengawasan yang memadai dan komitmen pilar-pilar yang terkait dengan suksesi tersebut untuk menyukseskan. Baca entri selengkapnya »

Membangun dan Mengawasi Politik Lokal dalam PILKADA

Negara Indonesia sudah terlanjur berada di wilayah yang serba semu (pseudo), ideologi yang semu, demokrasi yang semu, kesejahteraan yang semu, institusi politik yang semu pada zaman orde baru. Sentralitas dan uniformitas menjadi kata kunci (key words) dalam setiap kebijakan politik yang dilakukan sehingga terjadinya penumpukan urusan yang berlebihan di Jakarta. Begitu juga dengan Pemilihan Kepala Daerah, semua calon kepala daerah dari tingkat provinsi sampai kabupaten ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat, apakah calon tersebut baik,buruk atau dapat diterima masyarakat ataupun tidak. Baca entri selengkapnya »

Kontroversi Pejabat Kepala Daerah sebagai Kandidat

Pada saat dikeluarkannya Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan pemerintah No.6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah banyak pihak yang kecewa karena tidak terakomodirnya calon independen untuk dapat berkompetisi dalam PILKADA tanpa melalui kendaraan partai politik. Untungnya didalam PP No.6 tahun 2005 peluang tersebut masih terbuka bagi calon independen yang ingin maju meskipun tetap dengan menggunakan jalur partai politik seperti yang tercantum didalam pasal 37 ayat 3 yang berbunyi “ Partai Politik ataupun gabungan partai politik sebelum menetapkan pasangan calon wajib membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi bakal calon perseorangan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyaringan sebagai bakal calon”. Baca entri selengkapnya »

Mengelola Pilkada dengan Santun

Pemilihan Kepala Daerah memang sesuatu yang baru bagi masyarakat kepulauan Riau dan Indonesia tentunnya. Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang lalu, secara umum dapat dikatakan bahwa pemilihan tersebut berjalan lancar dan damai sehingga dapat mengangkat citra positif Indonesia sebagai negara yang pertama kali memilih langsung pemimpinnya melalui sistem pemilihan umum secara langsung. Meskipun terdapat konflik di beberapa kasus namun konflik tersebut tidak terlalu berarti. Tapi ternyata kondisi Pilkada berbeda dengan kondisi Pemilu Nasional yang lalu, dibeberapa daerah sudah muncul berbagai macam konflik dengan bermacam-macam persoalan, ada yang marah karena tidak lulusnya calon mereka dalam penjaringan di KPUD dan ada konflik yang muncul akibat konflik internal partai politik. Hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya karena ruang gerak wilayah politik juga akan berpengaruh pada intensitas suhu politik. Baca entri selengkapnya »