Budakpulau’s Weblog
Blog seorang PenaklukArsip untuk Pulau Puisi
Melukis
Sangat mudah melukismu
Langit malam Ku jadikan kanvas
Jariku sebagai kuas
Dan tinggal Kuhubungkan bintang-bintang terang yang terserak
Jadilah wajahmu yang indah
Buku Kesetiaan
Bukalah lembar pertama buku itu
Ambilkan pena dari tinta yang biasa
Kita akan menulis satu demi satu
Tentang cerita yang tak biasa.
Jangan kau awali dengan nama kita
Biarkan saja pembaca dirasuki cerita
Yang ditarik paksa arus perasaan
Kedalam muara yang berputar-putar antara suka dan duka
Tulislah dengan air mata yang mengalir ke jiwa
Dan tawa yang terbenam henyak ke dalam perut
Suka yang tak terbaca canda
Sedih yang tak meninggalkan kerut
Ini adalah cerita tentang orang biasa
Yang tak kenal harta sebagai tahta
Cerita hati menjadi mata
Mata hati..
Kisahkanlah, ketika kau terjatuh di lorong berdinding duka
Kubisikkan asa kunafaskan cinta
Ketika aku yang lemas tenggelam dipermainkan dusta
Kau tarik aku ke atas perahu berlayarkan tawa
Bersiaplah katamu, kita akan berlayar diatas perahu tua
Meski tanpa ombak,laluan dan haluan
Lalu uzur datang menjadikan kita tua
Di atas perahu ini,kita tetap mendayung harapan
Tulislah dengan air mata yang mengalir ke jiwa
Dan suka yang tak terbaca canda
Berikan kepastian kepada yang kesepian
Buku ini berjudul Kesetiaan
Selangor, 09/04/2008
Perjalanan
Perjalanan ini penuh duka
Bagai meneguk sebotol cuka
Kulemparkan mata keluar jendela
Laut tenang, karena hujan baru reda
Laju perahu yang tak seberapa
Dikejar oleh lumba lumba yang tertawa mendera
Sudahlah! Pekiknya
Sampai kering Selat Melaka
Dan Semenanjung bersatu dengan Sumatera
Kau akan tetap meneguk duka
Ah..kau telah salah menduga
Jangan sampai akal dipermainkan kata
Perjalanan ini menjadi duka
Karena disana ada yang terluka
Melintas Pelangi
aku hanya menepi
bukan pergi
tunggu aku kembali
kita akan melintas pelangi
sampai denyut terhenti
dan kata tak lagi berarti
aku tidak akan pergi
meninggalkanmu di tepi bandar sepi
karena setiamu aku menjadi laskar
karena kasihmu laut aku langgar
karena sayangmu aku belai api yang berkobar
karenamu aku akan kembali

